Militer China Minta AS Hentikan Aktivitas Militer di Laut China Selatan
World News

Militer China Minta AS Hentikan Aktivitas Militer di Laut China Selatan

Militer China pada hari Kamis meminta AS untuk menghentikan pengintaian, campur tangan, provokasi di Laut China Selatan yang disengketakan setelah kecelakaan baru-baru ini yang melibatkan kapal selam bertenaga nuklir Amerika di wilayah tersebut. USS Connecticut menabrak objek di bawah air di Laut Cina Selatan (SCS) bulan lalu. Sebelas pelaut di kapal selam terluka dalam kecelakaan itu.

Mengomentari Angkatan Laut AS yang memecat dua perwira senior dari kapal selam serang bertenaga nuklir, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Kolonel Wu Qian mengatakan kepada media di sini bahwa sejak tabrakan terjadi, sikap canggung dan rahasia pihak AS tak terhindarkan menimbulkan keraguan. Mengangkat beberapa pertanyaan atas kegiatan kapal selam, Wu mengatakan, China percaya akar penyebab insiden ini adalah pengintaian jarak dekat yang ekstensif dan intensif, campur tangan, provokasi dan unjuk kekuatan yang dilakukan oleh kapal militer AS di Asia- Kawasan Pasifik, serta hegemoni militerisasi dan navigasi Amerika Serikat di Laut Cina Selatan.

Kami mendesak pihak AS untuk segera menghentikan kegiatan seperti itu, untuk menghindari membenturkan kepalanya ke tembok, kata Wu. AS dalam beberapa tahun terakhir telah mengintensifkan patroli udara dan laut di Laut China Selatan untuk menegaskan kebebasan navigasi.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan. Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei dan Taiwan memiliki klaim balasan atas wilayah tersebut. Selama bertahun-tahun, China telah membangun sejumlah instalasi militer di pulau-pulau reklamasi di LCS dan mengerahkan armada besar kapal angkatan laut dan kapal selamnya. Amerika Serikat telah mengkritik China karena memiliterisasi pulau-pulau itu dengan membangun landasan pacu panjang yang digunakan oleh jet tempur dan mengerahkan rudal anti-pesawat.

AS bersikeras bahwa kebebasan navigasi harus dipertahankan di Laut China Selatan dan telah mengirimkan penerbangan militer, patroli angkatan laut dan misi pelatihan di sekitar wilayah vital yang strategis itu. Wu juga menyoroti hubungan yang semakin dalam antara militer China-Rusia di tengah dorongan intensif terhadap mereka oleh AS dan sekutu dalam beberapa tahun terakhir.

“Tidak ada batasan untuk hubungan mil-to-mil antara China dan Rusia, dan tidak ada akhir untuk kerjasama militer China-Rusia,” katanya, mengomentari hubungan mil-to-mil saat ini antara China dan Rusia. Kedua militer telah mengintensifkan kerja sama pragmatis dalam latihan dan pelatihan militer, katanya.

“Militer China siap untuk terlibat dalam koordinasi strategis yang erat dengan pihak Rusia dan memperdalam pertukaran dan kerja sama, untuk membawa lebih banyak manfaat bagi kedua negara dan rakyat, dan memainkan peran yang lebih besar dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia,” katanya. .

Baca semua Berita Terbaru, Berita Terkini, dan Berita Coronavirus di sini. Ikuti kami di Facebook, Indonesia dan Telegram.


Posted By : totobet hk